Saturday, 16 May 2015

Apakah yang dimaksud dengan Kapasitor?



        Pengertian Kapasitor adalah perangkat komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (dielektrik) pada tiap konduktor atau yang disebut keping. Kapasitor biasanya disebut dengan sebutan kondensator yang merupakan komponen listrik dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik. Ditemukan oleh Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasal dari Inggris. Namun Farad adalah satuan yang sangat besar, oleh karena itu pada umumnya Kapasitor yang digunakan dalam peralatan Elektronika adalah satuan Farad yang dikecilkan menjadi pikoFarad, NanoFarad dan MicroFarad.

Umpan muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan Kapasitor tersebut diambil dari nama penemunya yaitu
Konversi Satuan Farad adalah sebagai berikut :
1 Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)
1µF = 1.000nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)
Kapasitor merupakan Komponen Elektronika yang terdiri dari 2 pelat konduktor yang pada umumnya adalah terbuat dari logam dan sebuah Isolator diantaranya sebagai pemisah. Dalam Rangkaian Elektronika, Kapasitor disingkat dengan huruf “C”.
Jenis-Jenis Kapasitor
Berdasarkan bahan Isolator dan nilainya, Kapasitor dapat dibagi menjadi 2 Jenis yaitu Kapasitor Nilai Tetap dan Kapasitor Variabel. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya untuk masing-masing jenis Kapasitor :

A. KAPASITOR NILAI TETAP (FIXED CAPACITOR)
Kapasitor Nilai Tetap atau Fixed Capacitor adalah Kapasitor yang nilainya konstan atau tidak berubah-ubah. Berikut ini adalah Jenis-jenis Kapasitor yang nilainya Tetap :
1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)
Kapasitor Keramik adalah Kapasitor yang Isolatornya terbuat dari Keramik dan berbentuk bulat tipis ataupun persegi empat. Kapasitor Keramik tidak memiliki arah atau polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian Elektronika. Pada umumnya, Nilai Kapasitor Keramik berkisar antara 1pf sampai 0.01µF.
Kapasitor yang berbentuk Chip (Chip Capasitor) umumnya terbuat dari bahan Keramik yang dikemas sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan peralatan Elektronik yang dirancang makin kecil dan dapat dipasang oleh Mesin Produksi SMT (Surface Mount Technology) yang berkecepatan tinggi.
2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)
Kapasitor Polyester adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Polyester dengan bentuk persegi empat. Kapasitor Polyester dapat dipasang terbalik dalam rangkaian Elektronika (tidak memiliki polaritas arah)
3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)
Kapasitor Kertas adalah kapasitor yang isolatornya terbuat dari Kertas dan pada umumnya nilai kapasitor kertas berkisar diantara 300pf sampai 4µF. Kapasitor Kertas tidak memiliki polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik dalam Rangkaian Elektronika.
4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)
Kapasitor Mika adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari bahan Mika. Nilai Kapasitor Mika pada umumnya berkisar antara 50pF sampai 0.02µF. Kapasitor Mika juga dapat dipasang bolak balik karena tidak memiliki polaritas arah.
5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)
Kapasitor Elektrolit adalah kapasitor yang bahan Isolatornya terbuat dari Elektrolit (Electrolyte) dan berbentuk Tabung / Silinder. Kapasitor Elektrolit atau disingkat dengan ELCO ini sering dipakai pada Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi (Capacitance) yang tinggi. Kapasitor Elektrolit yang memiliki Polaritas arah Positif (-) dan Negatif (-) ini menggunakan bahan Aluminium sebagai pembungkus dan sekaligus sebagai terminal Negatif-nya. Pada umumnya nilai Kapasitor Elektrolit berkisar dari 0.47µF hingga ribuan microfarad (µF). Biasanya di badan Kapasitor Elektrolit (ELCO) akan tertera Nilai Kapasitansi, Tegangan (Voltage), dan Terminal Negatif-nya. Hal yang perlu diperhatikan, Kapasitor Elektrolit dapat meledak jika polaritas (arah) pemasangannya terbalik dan melampui batas kamampuan tegangannya.
6. Kapasitor Tantalum
Kapasitor Tantalum juga memiliki Polaritas arah Positif (+) dan Negatif (-) seperti halnya Kapasitor Elektrolit dan bahan Isolatornya juga berasal dari Elektrolit. Disebut dengan Kapasitor Tantalum karena Kapasitor jenis ini memakai bahan Logam Tantalum sebagai Terminal Anodanya (+). Kapasitor Tantalum dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi dibanding dengan tipe Kapasitor Elektrolit lainnya dan juga memiliki kapasintansi yang besar tetapi dapat dikemas dalam ukuran yang lebih kecil dan mungil. Oleh karena itu, Kapasitor Tantalum merupakan jenis Kapasitor yang berharga mahal. Pada umumnya dipakai pada peralatan Elektronika yang berukuran kecil seperti di Handphone dan Laptop.
B. KAPASITOR VARIABEL (VARIABLE CAPACITOR)
Kapasitor Variabel adalah Kapasitor yang nilai Kapasitansinya dapat diatur atau berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel ini terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. VARCO (Variable Condensator)
VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari Logam dengan ukuran yang lebih besar dan pada umumnya digunakan untuk memilih Gelombang Frekuensi pada Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO berkisar antara 100pF sampai 500pF
2. Trimmer
Trimmer adalah jenis Kapasitor Variabel yang memiliki bentuk lebih kecil sehingga memerlukan alat seperti Obeng untuk dapat memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang mengatur jarak kedua pelat logam tersebut sehingga nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika berfungsi untuk menepatkan pemilihan gelombang
Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai 100pF.
Fungsi Kapasitor dalam Rangkaian Elektronika
Pada Peralatan Elektronika, Kapasitor merupakan salah satu jenis Komponen Elektronika yang paling sering digunakan. Hal ini dikarenakan Kapasitor memiliki banyak fungsi sehingga hampir setiap Rangkaian Elektronika memerlukannya.
Dibawah ini adalah beberapa fungsi daripada Kapasitor dalam Rangkaian Elektronika :
Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating Current)
Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
Sebagai Kopling
Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
Sebagai Penggeser Fasa
Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)
Untuk mengetahui Cara Membaca nilai Kapasitor dan juga cara mengukur / menguji Kapasitor, silakan membacanya di artikel : Cara Membaca dan menghitung Nilai Kode Kapasitor dan Cara Mengukur Kapasitor (Kondensator).

ALL IZ WELL

Relay




RELAY adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. Susunan paling sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi. Bila kumparan ini dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar magnet.
Relay terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:
koil         : lilitan dari relay
common  : bagian yang tersambung dengan               NC(dlm keadaan normal)
kontak    : terdiri dari NC dan NO
NC(Normally Closed) : saklar dari relay yang dalam keadaan normal(relay tidak diberi tegangan) terhubung dengan common.
NO(Normally Open) : saklar dari relay yang dalam keadaan normal(relay tidak diberi tegangan) tidak terhubung dengan common.
Bagian-bagian relay dapat diketahui dengan 2 cara, yakni:
dengan cara melihat isi dalam relay tersebut
dengan menggunakan multimeter (Ohm)
      Cara mengetahui relay tersebut masih berfungsi atau tidak dapat dilakukan dengan cara memberikan tegangan yang sesuai dengan relay tersebut pada bagian koilnya. Jika kontaknya masih bekerja NC-->NO atau NO-->NC, maka dapat dikatakan bahwa relay tersebut masih dalam keadaan baik.
Hubungkan common dan NO jika menginginkan rangkaian ON ketika koil diberi tegangan.
Hubungkan common dan NC jika menginginkan rangkaian ON ketika koil tidak diberi tegangan.
Jenis-jenis Relay
SPST - Single Pole Single Throw.
SPDT - Single Pole Double Throw. Terdiri dari 5 buah pin, yaitu:(2) koil, (1)common, (1)NC, (1)NO.
DPST - Double Pole Single Throw. Setara dengan 2 buah saklar atau relay SPST.
DPDT - Double Pole Double Throw. Setara dengan 2 buah saklar atau relay SPDT.
QPDT - Quadruple Pole Double Throw. Sering disebut sebagai Quad Pole Double Throw, atau 4PDT. Setara dengan 4 buah saklar atau relay SPDT atau dua buah relay DPDT. Terdiri dari 14 pin(termasuk 2 buah untuk koil).

ALL IZ WELL

Friday, 15 May 2015

Apa yang dimaksud dengan Potensiometer?

            Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
  Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.
    Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

ALL IZ WELL

Pengenalan LED



LED atau Light Emitting Diode. Diode atau Dioda, adalah komponen penyearah arus. LED adalah dioda yang juga menghasilkan cahaya. LED tersedia dalam beberapa warna dan tingkat keterangan.


      LED memiliki 2 kaki, 1 panjang, lainnya lebih pendek, dan salah satu sisi pada LED itu datar, tidak bundar. Ini untuk menunjukkan, kaki panjang adalah anode (anoda/positif) dan sisi yang datar adalah cathode (katoda/negatif).
     
      Namun ketentuan berlaku untuk jenis LED yang umum. Terdapat bentuk LED lainnya, harap membaca datasheet terlebih dahulu untuk mengetahui katoda dan anoda. LED cukup kuat, bila kita salah menghubungkan dengan power, selama tegangannya rendah. Kita perlu meggunakan resistor secara seri bila ingin menggunakan LED, untuk memastikan tegangan yang tepat.

       Teknologi LEDjuga makin berkembang, sekarang anda dapat menemukan LED dengan bicolor atau RGB. Perlu dibaca datasheet nya karena untuk bicolor sudah memiliki 3 kali, RGB memiliki 4 kaki.
      Nah, semoga pembahasan ringan mengenai LED ini bisa menjadi suatu pengenalan yang berguna.
artikel Menghitung Nilai Resistor LED

ALL IZ WELL

Arduino Sketch


Sketch adalah sebutan program untuk Arduino, berupa kumpulan code yang diupload dan dijalankan oleh board Arduino
Disini akan dibahas sedikit komponen sketch yang digunakan saat kita membuat program. Dengan acuan sketch contoh adalah Blink Led, sketch example dari Arduino.
/*
  Blink
  Turns on an LED on for one second, then off for one second, repeatedly.
  This example code is in the public domain.
*/
// Pin 13 has an LED connected on most Arduino boards.
int ledPin = 13;
// the setup routine runs once when you press reset:
void setup() {
  // initialize the digital pin as an output.
  pinMode(ledPin, OUTPUT);
}
// the loop routine runs over and over again forever:
void loop() {
  digitalWrite(ledPin, HIGH);   // turn the LED on (HIGH is the voltage level)
  delay(1000);               // wait for a second
  digitalWrite(ledPin, LOW);    // turn the LED off by making the voltage LOW
  delay(1000);               // wait for a second
}
Comments
Ini adalah elemen sketch yang berfungsi untuk memberikan baris komentar pada program, komentar tidak akan dicompile, namun berguna sebagai dokumentasi agar program dapat dibaca dan dimengerti.
Contoh Comments
/*
  Blink
  Turns on an LED on for one second, then off for one second, repeatedly.
  This example code is in the public domain.
*/
semua yang terletak didalam area /* dan */ adalah komentar dan akan diabaikan oleh compiler.
Bila anda memerlukan comments dalam bentuk baris, dapat menggunakan tanda //, contohnya:
// Pin 13 has an LED connected on most Arduino boards.
kalimat  "LED connected to digital pin 13"  adalah sebuah comment
Variables
Adalah tempat kita menaruh data, variable memiliki nama, tipe dan nilai. Sebagai contoh pada baris code diatas: int ledPin = 13.
Nama variable: ledPin
Type variable: int
Initial Value : 13.
Variable ini akan digunakan dalam seluruh sketch, setiap ledPin dipanggil, maka nilai terakhir yang terdapat didalamnya akan digunakan oleh program.
Anda dapat saja menuliskan angka 13  disetiap perintah yang membutuhkan nilai ini, namun bila Anda menggunakan variable, saat Anda akan mengganti menjadi 12, cukup mengganti 1 kali, yaitu di baris inisialisasi variable ini.
Functions
Function atau dikenal juga dengan procedure atau sub-routine, adalah sebuah kode yang dapat digunakan diseluruh sketch. Contoh function setup() pada sketch Blink Led
void setup() {
  // initialize the digital pin as an output.
  pinMode(ledPin, OUTPUT);
}
baris pertama menunjukkan informasi nama dari function, yaitu setup, code program yang akan dilakukan fungsi tersebut disimpan dalam { dan }.
Function yang lebih komplek memeliki parameter input. Beberapa contoh function dasar yang sudah disediakan oleh Arduino sendiri: pinMode(), digitalWrite() dan delay().
Function pinMode() adalah fungsi yang bertugas mengatur suatu pin sebagai input atau output. Cara menggunakannya cukup memberikan parameter no pin dan mode pin dengan memberikan constant INPUT atau OUTPUT. (lihat contoh fungsi diatas, mengkonfigurasi pin 13(ledPin) sebagai output).
Berikutnya adalah fungsi digitalWrite(), adalah fungsi untuk memberikan value HIGH atau LOW pada pin yang diinginkan. digitalWrite memiliki parameter pin dan constant HIGH atau LOW. Dari contoh program dapat kita lihat, dalam hal ini, fungsi digitalWrite akan membuat led menyala.
digitalWrite(ledPin, HIGH);   // turn the LED on (HIGH is the
Lalu fungsi delay(), berguna untuk memberikan interval waktu yang kita inginkan dalam satuan milisecond. Dalam contoh sketch Blink Red, terdapat perintah seperti dibawah, yang berarti arduino akan diperintahkan untuk menunggu selama 1 detik (1000 milisecond = 1detik).
delay(1000);               // wait for a second
Terakhir namun sangat penting diperhatikan, setiap sketch arduino memiliki strutktur fungsi utama yaitu setup() dan loop(). Fungsi setup() akan dipanggil 1 kali ketika sketch pertama kali jalan. fungsi setup() ini sering digunakan untuk initialisasi libraries atau set.
http://www.arduino.cc/

ALL IZ WELL

Arduino Uno Board

   Arduino Uno adalah microcontroller board yang menggunakan ATMega328. Memiliki 14 digital input/output pin, 6 analog inputs, 16 MHz ceramic, USB Connection, power jac, ICSP header dan tombol reset. UNO ini cukup lengkap dalam mendukung pengerjaan microcontrolling.

Fitur UNO R3
1.0 pinout: terdapat pin SDA and SCL (dekat AREF pin) dan 2 pin baru lainnya dekat RESET pin, IOREF yang berguna bagi shield untuk mengadaptasi tegangan (votage) yang disediakan dari board. Untuk kedepannya, shield akan compatible dengan board yang menggunakan AVR (5V) dan arduino due yang beroperasi di 3.3 V. Pin yang kedua adalah pin reserved untuk kebutuhan dimasa yang akan datang.
RESET circuit yang lebih baik
Menggunakan Atmega 16U2 (menggantikan 8U2).

Summary

Microcontroller ATmega328
Operating Voltage 5V
Input Voltage (recommended) 7-12V
Input Voltage (limits) 6-20V
Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)
Analog Input Pins 6
DC Current per I/O Pin 40 mA
DC Current for 3.3V Pin 50 mA
Flash Memory 32 KB (ATmega328) of which 0.5 KB used by bootloader
SRAM 2 KB (ATmega328)
EEPROM 1 KB (ATmega328)
Clock Speed 16 MHz

ALL IZ WELL

Operator Logic dan Aritmetika



Operator Logic dan Aritmetika
Operator Logic 
Operator logic atau juga sering disebut boolean operator pada sketch arduino adalah sebagai berikut:
&&  untuk logical AND : Akan menghasilkan TRUE jika kedua parameter adalah TRUE
||  untuk logical OR: Akan menghasilkan TRUE jika salah satu parameter adalah TRUE
!  untuk logical NOT : Akan menghasilkan TRUE jika parameter adalah False
Untuk lebih jelas, bisa lihat tabel
Operator Comparison
Atau operator perbandingan, sering digunakan dalam fungsi if(). Berguna untuk membandingkan antar variable. Contoh if (a > 5) dan lainya.
== atau operator equal: hasil True jika keduanya sama, contoh  1==1 hasilnya True.
> atau operator lebih besar: hasil True jika sisi kiri lebih besar dari sisi kanan, contoh 2 > 1, hasilnya True
>= atau operator lebih besar sama dengan, hasil True jika sisi kiri lebih besar atau sama dengan sisi kanan, contoh 2 >= 2
< atau operator lebih kecil, hasil True jika sisi kiri lebih kecil dari sisi kanan, contoh 1 < 2
<= atau operator lebih kecil sama dengan, hasil True jika sisi kiri lebih kecil atau sama dengan kanan, contoh 1 <= 1

ALL IZ WELL