Friday, 15 May 2015

Apa yang dimaksud dengan Potensiometer?

            Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
  Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.
    Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

ALL IZ WELL

Pengenalan LED



LED atau Light Emitting Diode. Diode atau Dioda, adalah komponen penyearah arus. LED adalah dioda yang juga menghasilkan cahaya. LED tersedia dalam beberapa warna dan tingkat keterangan.


      LED memiliki 2 kaki, 1 panjang, lainnya lebih pendek, dan salah satu sisi pada LED itu datar, tidak bundar. Ini untuk menunjukkan, kaki panjang adalah anode (anoda/positif) dan sisi yang datar adalah cathode (katoda/negatif).
     
      Namun ketentuan berlaku untuk jenis LED yang umum. Terdapat bentuk LED lainnya, harap membaca datasheet terlebih dahulu untuk mengetahui katoda dan anoda. LED cukup kuat, bila kita salah menghubungkan dengan power, selama tegangannya rendah. Kita perlu meggunakan resistor secara seri bila ingin menggunakan LED, untuk memastikan tegangan yang tepat.

       Teknologi LEDjuga makin berkembang, sekarang anda dapat menemukan LED dengan bicolor atau RGB. Perlu dibaca datasheet nya karena untuk bicolor sudah memiliki 3 kali, RGB memiliki 4 kaki.
      Nah, semoga pembahasan ringan mengenai LED ini bisa menjadi suatu pengenalan yang berguna.
artikel Menghitung Nilai Resistor LED

ALL IZ WELL

Arduino Sketch


Sketch adalah sebutan program untuk Arduino, berupa kumpulan code yang diupload dan dijalankan oleh board Arduino
Disini akan dibahas sedikit komponen sketch yang digunakan saat kita membuat program. Dengan acuan sketch contoh adalah Blink Led, sketch example dari Arduino.
/*
  Blink
  Turns on an LED on for one second, then off for one second, repeatedly.
  This example code is in the public domain.
*/
// Pin 13 has an LED connected on most Arduino boards.
int ledPin = 13;
// the setup routine runs once when you press reset:
void setup() {
  // initialize the digital pin as an output.
  pinMode(ledPin, OUTPUT);
}
// the loop routine runs over and over again forever:
void loop() {
  digitalWrite(ledPin, HIGH);   // turn the LED on (HIGH is the voltage level)
  delay(1000);               // wait for a second
  digitalWrite(ledPin, LOW);    // turn the LED off by making the voltage LOW
  delay(1000);               // wait for a second
}
Comments
Ini adalah elemen sketch yang berfungsi untuk memberikan baris komentar pada program, komentar tidak akan dicompile, namun berguna sebagai dokumentasi agar program dapat dibaca dan dimengerti.
Contoh Comments
/*
  Blink
  Turns on an LED on for one second, then off for one second, repeatedly.
  This example code is in the public domain.
*/
semua yang terletak didalam area /* dan */ adalah komentar dan akan diabaikan oleh compiler.
Bila anda memerlukan comments dalam bentuk baris, dapat menggunakan tanda //, contohnya:
// Pin 13 has an LED connected on most Arduino boards.
kalimat  "LED connected to digital pin 13"  adalah sebuah comment
Variables
Adalah tempat kita menaruh data, variable memiliki nama, tipe dan nilai. Sebagai contoh pada baris code diatas: int ledPin = 13.
Nama variable: ledPin
Type variable: int
Initial Value : 13.
Variable ini akan digunakan dalam seluruh sketch, setiap ledPin dipanggil, maka nilai terakhir yang terdapat didalamnya akan digunakan oleh program.
Anda dapat saja menuliskan angka 13  disetiap perintah yang membutuhkan nilai ini, namun bila Anda menggunakan variable, saat Anda akan mengganti menjadi 12, cukup mengganti 1 kali, yaitu di baris inisialisasi variable ini.
Functions
Function atau dikenal juga dengan procedure atau sub-routine, adalah sebuah kode yang dapat digunakan diseluruh sketch. Contoh function setup() pada sketch Blink Led
void setup() {
  // initialize the digital pin as an output.
  pinMode(ledPin, OUTPUT);
}
baris pertama menunjukkan informasi nama dari function, yaitu setup, code program yang akan dilakukan fungsi tersebut disimpan dalam { dan }.
Function yang lebih komplek memeliki parameter input. Beberapa contoh function dasar yang sudah disediakan oleh Arduino sendiri: pinMode(), digitalWrite() dan delay().
Function pinMode() adalah fungsi yang bertugas mengatur suatu pin sebagai input atau output. Cara menggunakannya cukup memberikan parameter no pin dan mode pin dengan memberikan constant INPUT atau OUTPUT. (lihat contoh fungsi diatas, mengkonfigurasi pin 13(ledPin) sebagai output).
Berikutnya adalah fungsi digitalWrite(), adalah fungsi untuk memberikan value HIGH atau LOW pada pin yang diinginkan. digitalWrite memiliki parameter pin dan constant HIGH atau LOW. Dari contoh program dapat kita lihat, dalam hal ini, fungsi digitalWrite akan membuat led menyala.
digitalWrite(ledPin, HIGH);   // turn the LED on (HIGH is the
Lalu fungsi delay(), berguna untuk memberikan interval waktu yang kita inginkan dalam satuan milisecond. Dalam contoh sketch Blink Red, terdapat perintah seperti dibawah, yang berarti arduino akan diperintahkan untuk menunggu selama 1 detik (1000 milisecond = 1detik).
delay(1000);               // wait for a second
Terakhir namun sangat penting diperhatikan, setiap sketch arduino memiliki strutktur fungsi utama yaitu setup() dan loop(). Fungsi setup() akan dipanggil 1 kali ketika sketch pertama kali jalan. fungsi setup() ini sering digunakan untuk initialisasi libraries atau set.
http://www.arduino.cc/

ALL IZ WELL

Arduino Uno Board

   Arduino Uno adalah microcontroller board yang menggunakan ATMega328. Memiliki 14 digital input/output pin, 6 analog inputs, 16 MHz ceramic, USB Connection, power jac, ICSP header dan tombol reset. UNO ini cukup lengkap dalam mendukung pengerjaan microcontrolling.

Fitur UNO R3
1.0 pinout: terdapat pin SDA and SCL (dekat AREF pin) dan 2 pin baru lainnya dekat RESET pin, IOREF yang berguna bagi shield untuk mengadaptasi tegangan (votage) yang disediakan dari board. Untuk kedepannya, shield akan compatible dengan board yang menggunakan AVR (5V) dan arduino due yang beroperasi di 3.3 V. Pin yang kedua adalah pin reserved untuk kebutuhan dimasa yang akan datang.
RESET circuit yang lebih baik
Menggunakan Atmega 16U2 (menggantikan 8U2).

Summary

Microcontroller ATmega328
Operating Voltage 5V
Input Voltage (recommended) 7-12V
Input Voltage (limits) 6-20V
Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output)
Analog Input Pins 6
DC Current per I/O Pin 40 mA
DC Current for 3.3V Pin 50 mA
Flash Memory 32 KB (ATmega328) of which 0.5 KB used by bootloader
SRAM 2 KB (ATmega328)
EEPROM 1 KB (ATmega328)
Clock Speed 16 MHz

ALL IZ WELL

Operator Logic dan Aritmetika



Operator Logic dan Aritmetika
Operator Logic 
Operator logic atau juga sering disebut boolean operator pada sketch arduino adalah sebagai berikut:
&&  untuk logical AND : Akan menghasilkan TRUE jika kedua parameter adalah TRUE
||  untuk logical OR: Akan menghasilkan TRUE jika salah satu parameter adalah TRUE
!  untuk logical NOT : Akan menghasilkan TRUE jika parameter adalah False
Untuk lebih jelas, bisa lihat tabel
Operator Comparison
Atau operator perbandingan, sering digunakan dalam fungsi if(). Berguna untuk membandingkan antar variable. Contoh if (a > 5) dan lainya.
== atau operator equal: hasil True jika keduanya sama, contoh  1==1 hasilnya True.
> atau operator lebih besar: hasil True jika sisi kiri lebih besar dari sisi kanan, contoh 2 > 1, hasilnya True
>= atau operator lebih besar sama dengan, hasil True jika sisi kiri lebih besar atau sama dengan sisi kanan, contoh 2 >= 2
< atau operator lebih kecil, hasil True jika sisi kiri lebih kecil dari sisi kanan, contoh 1 < 2
<= atau operator lebih kecil sama dengan, hasil True jika sisi kiri lebih kecil atau sama dengan kanan, contoh 1 <= 1

ALL IZ WELL

Rangkaian Pull-Up

    Pull-up resistor umum digunakan pada rangkaian digital. Pada gambar rangkaian posisi switch dan resistor dipindah. Fungsi resistor sekarang adalah sebagai pull-up resistor.
Saat button tidak ditekan, input pin akan ditarik ke 5 volts. Ketika button ditekan, jalur dengan resistor yang lebih rendah akan menghubungkan pin dengan ground. Bila tanpa resistor antara 5 volt dan ground maka akan terjadi short circuit (konslet) dan dapat merusak rangkaian atau power suplly.
Dengan memanfaatkan pull-up atau pull-down resistor, kita dapat memastikan state pin hanya HIGH atau LOW.

Rangkaian Pull-down

Pada gambar dibawah, menunjukkan skema Pull-Down Resistor. Jika button ditekan, maka arus akan mengalir dari input pin akan terhubung ke resistor 100 ohm ke 5V. Ketika button tidak ditekan, arus akan terhubung ke resistor 100 KOhm dan ditarik (pulled) ke ground.
Bila Input tidak dihubungkan dengan pull-down resistor maka arus akan floating diantara 0-5 Volt dan pin tidak akan terhubung kemana-mana. Karena rangkaian diatas menggunakan Pull-Down resistor, maka input akan dalam 2 state, 0 (bila button tidak ditekan, arus akan ditarik ke ground) atau 5 volts (ketika button ditekan). Dengan demikian kita bisa memastikan bahwa voltage adalah 0 atau 5, bukan angka diantaranya.
ALL IZ WELL